Perbedaan Threshold dan Turtle: Threshold diperdagangkan di Rp60,2 (kapitalisasi pasar Rp673,22M, volume 24 jam Rp64,15M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp773,31 (kapitalisasi pasar Rp120,27M, volume 24 jam Rp18,65M). Perbedaan utamanya: Threshold jauh lebih besar — sekitar 5,6× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Threshold 11,2B / 11,2B T (100%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Threshold selama 24 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| T | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp673,22M | Rp120,27M |
Volume (24h) | Rp64,15M | Rp18,65M |
Suplai yang Beredar | 11,2B / 11,2B T (100%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 12 Hari |
Token T berfungsi sebagai token utilitas untuk Threshold Network dan token tata kelola untuk Threshold DAO. Threshold menyediakan primitif kriptografi yang mendukung berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan ini dibuat melalui penggabungan Keep Network dan NuCypher, yang diselesaikan pada tanggal 1 Januari 2022, dengan peluncuran token T.
Selengkapnya di halaman T →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →