Perbedaan Swell Network dan ZeroLend: Swell Network diperdagangkan di Rp13,42 (kapitalisasi pasar Rp67,89M, volume 24 jam Rp37,37M), sedangkan ZeroLend diperdagangkan di Rp0,1389 (kapitalisasi pasar Rp9,92M, volume 24 jam Rp2,19M). Perbedaan utamanya: Swell Network jauh lebih besar — sekitar 6,8× kapitalisasi pasar ZeroLend, dan suplai beredar Swell Network 5,1B / 10B SWELL (51%) dibanding 54,9B / 100B ZERO (55%) milik ZeroLend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Swell Network selama 20 Hari dan ZeroLend selama 27 Hari.
| SWELL | ZERO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp67,89M | Rp9,92M |
Volume (24h) | Rp37,37M | Rp2,19M |
Suplai yang Beredar | 5,1B / 10B SWELL (51%) | 54,9B / 100B ZERO (55%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 27 Hari |
Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →ZeroLend adalah platform pinjam-meminjam aset digital terdesentralisasi yang mengubah lanskap peminjaman dan peminjaman aset digital. Beroperasi di berbagai chain, termasuk zkSync dan Manta Network, ZeroLend memanfaatkan protokol Layer 2 untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi. Token tata kelola dan utilitas asli platform, ZERO, memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam tata kelola dan staking.
Selengkapnya di halaman ZERO →