Perbedaan Swell Network dan Walrus: Swell Network diperdagangkan di Rp13,49 (kapitalisasi pasar Rp67,95M, volume 24 jam Rp38,25M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp560,99 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp64,01M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 20,3× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai beredar Swell Network 5,1B / 10B SWELL (51%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Swell Network selama 20 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| SWELL | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp67,95M | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp38,25M | Rp64,01M |
Suplai yang Beredar | 5,1B / 10B SWELL (51%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →