Perbedaan Swell Network dan Tether USDT: Swell Network diperdagangkan di Rp13,19 (kapitalisasi pasar Rp66,73M, volume 24 jam Rp37,28M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp18.050 (kapitalisasi pasar Rp3.326,54T, volume 24 jam Rp1.035,86T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 49850,7× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai Swell Network dibatasi (5,1B / 10B SWELL (51%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Swell Network selama 20 Hari dan Tether USDT selama 80 Hari.
| SWELL | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,73M | Rp3.326,54T |
Volume (24h) | Rp37,28M | Rp1.035,86T |
Suplai yang Beredar | 5,1B / 10B SWELL (51%) | 184,4B USDT |
Typical Hold Time | 20 Hari | 80 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →