Perbedaan Swell Network dan USDS: Swell Network diperdagangkan di Rp10,91 (kapitalisasi pasar Rp57,51M, volume 24 jam Rp26,62M), sedangkan USDS diperdagangkan di Rp17.854 (kapitalisasi pasar Rp175,07T, volume 24 jam Rp4,56T). Perbedaan utamanya: USDS jauh lebih besar — sekitar 3044,2× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai Swell Network dibatasi (5,2B / 10B SWELL (52%)), sedangkan USDS terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Swell Network selama 22 Hari dan USDS selama 12 Hari.
| SWELL | USDS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp57,51M | Rp175,07T |
Volume (24h) | Rp26,62M | Rp4,56T |
Suplai yang Beredar | 5,2B / 10B SWELL (52%) | 9,8B USDS |
Typical Hold Time | 22 Hari | 12 Hari |
Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →USDS (Sky Dollar) adalah stablecoin terdesentralisasi yang diterbitkan oleh Sky Protocol, penerus MakerDAO yang menjadi salah satu fondasi DeFi. Nilainya terikat 1:1 terhadap dolar AS. USDS dicetak dengan mengunci aset crypto sebagai jaminan dan dapat dikonversi langsung dari DAI dengan rasio 1:1. Selain sebagai alat penyimpan nilai, USDS menawarkan yield melalui Sky Savings Rate, reward berupa token governance SKY, serta tersedia di berbagai jaringan termasuk Ethereum dan Solana.
Selengkapnya di halaman USDS →