Perbedaan Swell Network dan Tellor: Swell Network diperdagangkan di Rp11,09 (kapitalisasi pasar Rp57,45M, volume 24 jam Rp25,25M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp236.379 (kapitalisasi pasar Rp660,25M, volume 24 jam Rp812,51M). Perbedaan utamanya: Tellor jauh lebih besar — sekitar 11,5× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai Swell Network dibatasi (5,2B / 10B SWELL (52%)), sedangkan Tellor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Swell Network selama 22 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| SWELL | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp57,45M | Rp660,25M |
Volume (24h) | Rp25,25M | Rp812,51M |
Suplai yang Beredar | 5,2B / 10B SWELL (52%) | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 22 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →