Perbedaan Swell Network dan TAC Protocol: Swell Network diperdagangkan di Rp11,07 (kapitalisasi pasar Rp57,45M, volume 24 jam Rp25,25M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp48,51 (kapitalisasi pasar Rp226,79M, volume 24 jam Rp25,27M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai Swell Network dibatasi (5,2B / 10B SWELL (52%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Swell Network selama 22 Hari dan TAC Protocol selama 5 Hari.
| SWELL | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp57,45M | Rp226,79M |
Volume (24h) | Rp25,25M | Rp25,27M |
Suplai yang Beredar | 5,2B / 10B SWELL (52%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 22 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →