Perbedaan SUPRA dan Plasma: SUPRA diperdagangkan di Rp3,75 (kapitalisasi pasar Rp122,09M, volume 24 jam Rp4,65M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.660 (kapitalisasi pasar Rp4,29T, volume 24 jam Rp1,12T). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 35,1× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,5B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Plasma terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SUPRA selama 15 Hari dan Plasma selama 25 Hari.
| SUPRA | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp122,09M | Rp4,29T |
Volume (24h) | Rp4,65M | Rp1,12T |
Suplai yang Beredar | 32,5B / 100B SUPRA (33%) | 2,6B XPL |
Typical Hold Time | 15 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →