Perbedaan SUPRA dan Tether Gold: SUPRA diperdagangkan di Rp3,01 (kapitalisasi pasar Rp98,33M, volume 24 jam Rp5,26M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp76.915.672 (kapitalisasi pasar Rp47,36T, volume 24 jam Rp4,34T). Perbedaan utamanya: Tether Gold jauh lebih besar — sekitar 481,6× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,7B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Tether Gold terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SUPRA selama 17 Hari dan Tether Gold selama 40 Hari.
| SUPRA | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp98,33M | Rp47,36T |
Volume (24h) | Rp5,26M | Rp4,34T |
Suplai yang Beredar | 32,7B / 100B SUPRA (33%) | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 17 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →