Perbedaan SUPRA dan Walrus: SUPRA diperdagangkan di Rp3,75 (kapitalisasi pasar Rp122,09M, volume 24 jam Rp4,65M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp560,57 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp64,6M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 11,3× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai beredar SUPRA 32,5B / 100B SUPRA (33%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SUPRA selama 15 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| SUPRA | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp122,09M | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp4,65M | Rp64,6M |
Suplai yang Beredar | 32,5B / 100B SUPRA (33%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 15 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →