Perbedaan SUPRA dan Turtle: SUPRA diperdagangkan di Rp3,76 (kapitalisasi pasar Rp122,97M, volume 24 jam Rp4,72M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp610,3 (kapitalisasi pasar Rp94,33M, volume 24 jam Rp35,77M). Perbedaan utamanya: SUPRA lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar SUPRA 32,5B / 100B SUPRA (33%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SUPRA selama 15 Hari dan Turtle selama 11 Hari.
| SUPRA | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp122,97M | Rp94,33M |
Volume (24h) | Rp4,72M | Rp35,77M |
Suplai yang Beredar | 32,5B / 100B SUPRA (33%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 15 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →