Perbedaan SUPRA dan DefiTuna: SUPRA diperdagangkan di Rp3,04 (kapitalisasi pasar Rp99,2M, volume 24 jam Rp5,25M), sedangkan DefiTuna diperdagangkan di Rp74,46 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp85,25jt). Perbedaan utamanya: suplai SUPRA dibatasi (32,7B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan DefiTuna terus bertambah, dan SUPRA lebih aktif diperdagangkan (Rp5,25M vs Rp85,25jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SUPRA selama 17 Hari dan DefiTuna selama 9 Hari.
| SUPRA | TUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp99,2M | -- |
Volume (24h) | Rp5,25M | Rp85,25jt |
Suplai yang Beredar | 32,7B / 100B SUPRA (33%) | -- |
Typical Hold Time | 17 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →DefiTuna adalah lapisan infrastruktur DeFi untuk likuiditas dengan leverage di Solana. Dengan Fusion AMM — model on-chain yang menggabungkan likuiditas terkonsentrasi dan limit order transparan — DefiTuna menggabungkan lending, leverage, dan AMM untuk strategi trading dan likuiditas yang lebih efisien.
Selengkapnya di halaman TUNA →