Perbedaan SUPRA dan TAC Protocol: SUPRA diperdagangkan di Rp3,69 (kapitalisasi pasar Rp119,88M, volume 24 jam Rp4,67M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp55,26 (kapitalisasi pasar Rp267,36M, volume 24 jam Rp106,53M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,5B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SUPRA selama 15 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| SUPRA | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp119,88M | Rp267,36M |
Volume (24h) | Rp4,67M | Rp106,53M |
Suplai yang Beredar | 32,5B / 100B SUPRA (33%) | 4,8B TAC |
Typical Hold Time | 15 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →