Perbedaan SUPRA dan Slash Vision Labs: SUPRA diperdagangkan di Rp3 (kapitalisasi pasar Rp97,86M, volume 24 jam Rp5,28M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp58,93 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp2,31M). Perbedaan utamanya: suplai SUPRA dibatasi (32,7B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan SUPRA lebih aktif diperdagangkan (Rp5,28M vs Rp2,31M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SUPRA selama 17 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| SUPRA | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp97,86M | -- |
Volume (24h) | Rp5,28M | Rp2,31M |
Suplai yang Beredar | 32,7B / 100B SUPRA (33%) | -- |
Typical Hold Time | 17 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →