Perbedaan SuperVerse dan UMA: SuperVerse diperdagangkan di Rp1.553 (kapitalisasi pasar Rp1T, volume 24 jam Rp63,47M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp6.657 (kapitalisasi pasar Rp612,4M, volume 24 jam Rp36,29M). Perbedaan utamanya: SuperVerse lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai SuperVerse dibatasi (640,2M / 1.000M SUPER (65%)), sedangkan UMA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SuperVerse selama 27 Hari dan UMA selama 71 Hari.
| SUPER | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1T | Rp612,4M |
Volume (24h) | Rp63,47M | Rp36,29M |
Suplai yang Beredar | 640,2M / 1.000M SUPER (65%) | 91,7M UMA |
Typical Hold Time | 27 Hari | 71 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
SuperVerse adalah protokol keuangan terdesentralisasi cross-chain (DeFi) yang dibangun untuk memfasilitasi peluncuran non-fungible token (NFT) baru tanpa diperlukan pemrograman. Pasar dan seperangkat alat inovatif memungkinkan proyek apa pun untuk menerapkan farming dengan aturannya sendiri. Token SUPER memberi pengguna akses ke berbagai peluang di dunia kripto melalui SUPERVERSE, Partner Video Games, dan drop NFT yang sering terjadi.
Selengkapnya di halaman SUPER →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →