Perbedaan SuperVerse dan Turtle: SuperVerse diperdagangkan di Rp1.527 (kapitalisasi pasar Rp977,68M, volume 24 jam Rp47,27M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp773,45 (kapitalisasi pasar Rp119,57M, volume 24 jam Rp15,91M). Perbedaan utamanya: SuperVerse jauh lebih besar — sekitar 8,2× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar SuperVerse 640,2M / 1.000M SUPER (65%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SuperVerse selama 28 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| SUPER | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp977,68M | Rp119,57M |
Volume (24h) | Rp47,27M | Rp15,91M |
Suplai yang Beredar | 640,2M / 1.000M SUPER (65%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 28 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
SuperVerse adalah protokol keuangan terdesentralisasi cross-chain (DeFi) yang dibangun untuk memfasilitasi peluncuran non-fungible token (NFT) baru tanpa diperlukan pemrograman. Pasar dan seperangkat alat inovatif memungkinkan proyek apa pun untuk menerapkan farming dengan aturannya sendiri. Token SUPER memberi pengguna akses ke berbagai peluang di dunia kripto melalui SUPERVERSE, Partner Video Games, dan drop NFT yang sering terjadi.
Selengkapnya di halaman SUPER →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →