Perbedaan Starknet dan Boundless: Starknet diperdagangkan di Rp408,36 (kapitalisasi pasar Rp2,78T, volume 24 jam Rp903,98M), sedangkan Boundless diperdagangkan di Rp676,12 (kapitalisasi pasar Rp211,32M, volume 24 jam Rp65,45M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 13,2× kapitalisasi pasar Boundless, dan suplai beredar Starknet 6,8B STRK dibanding 313,8M ZKC milik Boundless. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Starknet selama 75 Hari dan Boundless selama 14 Hari.
| STRK | ZKC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,78T | Rp211,32M |
Volume (24h) | Rp903,98M | Rp65,45M |
Suplai yang Beredar | 6,8B STRK | 313,8M ZKC |
Typical Hold Time | 75 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →Boundless adalah protokol universal yang dirancang untuk menghadirkan teknologi zero-knowledge (ZK) ke setiap blockchain. Protokol ini memungkinkan node prover independen untuk menghasilkan ZK proof bagi blockchain Layer 1, aplikasi, rollup, dan infrastruktur di berbagai jaringan. Dengan memindahkan komputasi ke jaringan Boundless dan melakukan verifikasi proof di on-chain, Boundless memberikan lapisan konsisten untuk skalabilitas dan interoperabilitas tanpa perlu mengubah jaringan yang sudah ada.
Selengkapnya di halaman ZKC →