Perbedaan Starknet dan Tellor: Starknet diperdagangkan di Rp524,34 (kapitalisasi pasar Rp3,44T, volume 24 jam Rp435,53M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp269.825 (kapitalisasi pasar Rp750,08M, volume 24 jam Rp120,27M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 4,6× kapitalisasi pasar Tellor, dan suplai beredar Starknet 6,6B STRK dibanding 2,8M TRB milik Tellor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Starknet selama 73 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| STRK | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,44T | Rp750,08M |
Volume (24h) | Rp435,53M | Rp120,27M |
Suplai yang Beredar | 6,6B STRK | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 73 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →