Perbedaan Starknet dan Theta Fuel: Starknet diperdagangkan di Rp408,22 (kapitalisasi pasar Rp2,79T, volume 24 jam Rp900,83M), sedangkan Theta Fuel diperdagangkan di Rp129,13 (kapitalisasi pasar Rp957,74M, volume 24 jam Rp7,49M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Theta Fuel, dan suplai beredar Starknet 6,8B STRK dibanding 7,4B TFUEL milik Theta Fuel. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Starknet selama 75 Hari dan Theta Fuel selama 47 Hari.
| STRK | TFUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,79T | Rp957,74M |
Volume (24h) | Rp900,83M | Rp7,49M |
Suplai yang Beredar | 6,8B STRK | 7,4B TFUEL |
Typical Hold Time | 75 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →