Perbedaan Starknet dan Taiko: Starknet diperdagangkan di Rp527,05 (kapitalisasi pasar Rp3,44T, volume 24 jam Rp435,53M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.402 (kapitalisasi pasar Rp283,4M, volume 24 jam Rp131,84M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 12,1× kapitalisasi pasar Taiko, dan suplai Taiko dibatasi (201,9M / 1B TAIKO (21%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Starknet selama 73 Hari dan Taiko selama 6 Hari.
| STRK | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,44T | Rp283,4M |
Volume (24h) | Rp435,53M | Rp131,84M |
Suplai yang Beredar | 6,6B STRK | 201,9M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 73 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →