Perbedaan Starknet dan SUPRA: Starknet diperdagangkan di Rp524,34 (kapitalisasi pasar Rp3,45T, volume 24 jam Rp434,25M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,76 (kapitalisasi pasar Rp122,97M, volume 24 jam Rp4,72M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 28,1× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,5B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Starknet selama 73 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| STRK | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,45T | Rp122,97M |
Volume (24h) | Rp434,25M | Rp4,72M |
Suplai yang Beredar | 6,6B STRK | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 73 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →