Perbedaan Streamflow dan 0x Protocol: Streamflow diperdagangkan di Rp173,27 (kapitalisasi pasar Rp43,82M, volume 24 jam Rp1,36M), sedangkan 0x Protocol diperdagangkan di Rp1.576 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp88,11M). Perbedaan utamanya: 0x Protocol jauh lebih besar — sekitar 30,6× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai beredar Streamflow 252,7M / 1B STREAM (26%) dibanding 848,4M / 1B ZRX (85%) milik 0x Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Streamflow selama 26 Hari dan 0x Protocol selama 135 Hari.
| STREAM | ZRX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp43,82M | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp1,36M | Rp88,11M |
Suplai yang Beredar | 252,7M / 1B STREAM (26%) | 848,4M / 1B ZRX (85%) |
Typical Hold Time | 26 Hari | 135 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →0x adalah protokol infrastruktur yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berdagang token ERC20 dan aset lainnya di blockchain Ethereum tanpa bergantung pada perantara terpusat seperti bursa cryptocurrency tradisional. Kasus penggunaan untuk protokol 0x mencakup: pasar bergaya eBay untuk barang dan layanan digital, trading desk OTC, fungsi pertukaran untuk protokol DeFi dan pertukaran desentralisasi biasa.
Selengkapnya di halaman ZRX →