Perbedaan Streamflow dan Tezos: Streamflow diperdagangkan di Rp173,07 (kapitalisasi pasar Rp43,9M, volume 24 jam Rp1,37M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp4.085 (kapitalisasi pasar Rp4,46T, volume 24 jam Rp139,2M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 101,6× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai Streamflow dibatasi (252,7M / 1B STREAM (26%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Streamflow selama 26 Hari dan Tezos selama 97 Hari.
| STREAM | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp43,9M | Rp4,46T |
Volume (24h) | Rp1,37M | Rp139,2M |
Suplai yang Beredar | 252,7M / 1B STREAM (26%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 26 Hari | 97 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →