Perbedaan Streamflow dan Tellor: Streamflow diperdagangkan di Rp144,83 (kapitalisasi pasar Rp38,3M, volume 24 jam Rp1,17M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp240.871 (kapitalisasi pasar Rp673,81M, volume 24 jam Rp1,18T). Perbedaan utamanya: Tellor jauh lebih besar — sekitar 17,6× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai Streamflow dibatasi (254,5M / 1B STREAM (26%)), sedangkan Tellor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Streamflow selama 28 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| STREAM | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp38,3M | Rp673,81M |
Volume (24h) | Rp1,17M | Rp1,18T |
Suplai yang Beredar | 254,5M / 1B STREAM (26%) | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 28 Hari | 34 Hari |
Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →