Perbedaan Streamflow dan Starknet: Streamflow diperdagangkan di Rp144,83 (kapitalisasi pasar Rp38,3M, volume 24 jam Rp1,17M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp408,55 (kapitalisasi pasar Rp2,77T, volume 24 jam Rp764,56M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 72,3× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai Streamflow dibatasi (254,5M / 1B STREAM (26%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Streamflow selama 28 Hari dan Starknet selama 75 Hari.
| STREAM | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp38,3M | Rp2,77T |
Volume (24h) | Rp1,17M | Rp764,56M |
Suplai yang Beredar | 254,5M / 1B STREAM (26%) | 6,8B STRK |
Typical Hold Time | 28 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →