Perbedaan StakeStone dan Plasma: StakeStone diperdagangkan di Rp789,29 (kapitalisasi pasar Rp177,62M, volume 24 jam Rp206,48M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.661 (kapitalisasi pasar Rp4,32T, volume 24 jam Rp1,1T). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 24,3× kapitalisasi pasar StakeStone, dan suplai StakeStone dibatasi (225,3M / 1B STO (23%)), sedangkan Plasma terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan StakeStone selama 10 Hari dan Plasma selama 25 Hari.
| STO | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp177,62M | Rp4,32T |
Volume (24h) | Rp206,48M | Rp1,1T |
Suplai yang Beredar | 225,3M / 1B STO (23%) | 2,6B XPL |
Typical Hold Time | 10 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
StakeStone adalah protokol infrastruktur likuiditas terdesentralisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan imbal hasil dan distribusi likuiditas di berbagai jaringan blockchain. Melalui solusi seperti LiquidityPad dan aset ETH/BTC yang menghasilkan imbal hasil, StakeStone memberdayakan penyedia likuiditas dengan peluang penghasilan yang efisien sekaligus memenuhi kebutuhan likuiditas khusus dari berbagai ekosistem dan protokol.
Selengkapnya di halaman STO →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →