Perbedaan StakeStone dan Tether USDT: StakeStone diperdagangkan di Rp679,56 (kapitalisasi pasar Rp153,28M, volume 24 jam Rp53,71M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp17.837 (kapitalisasi pasar Rp3.269,44T, volume 24 jam Rp706,78T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 21329,9× kapitalisasi pasar StakeStone, dan suplai StakeStone dibatasi (225,3M / 1B STO (23%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan StakeStone selama 11 Hari dan Tether USDT selama 84 Hari.
| STO | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp153,28M | Rp3.269,44T |
Volume (24h) | Rp53,71M | Rp706,78T |
Suplai yang Beredar | 225,3M / 1B STO (23%) | 183,2B USDT |
Typical Hold Time | 11 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
StakeStone adalah protokol infrastruktur likuiditas terdesentralisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan imbal hasil dan distribusi likuiditas di berbagai jaringan blockchain. Melalui solusi seperti LiquidityPad dan aset ETH/BTC yang menghasilkan imbal hasil, StakeStone memberdayakan penyedia likuiditas dengan peluang penghasilan yang efisien sekaligus memenuhi kebutuhan likuiditas khusus dari berbagai ekosistem dan protokol.
Selengkapnya di halaman STO →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →