Perbedaan StakeStone dan Towns: StakeStone diperdagangkan di Rp679,68 (kapitalisasi pasar Rp153,28M, volume 24 jam Rp53,71M), sedangkan Towns diperdagangkan di Rp39,07 (kapitalisasi pasar Rp132,52M, volume 24 jam Rp51,13M). Perbedaan utamanya: StakeStone lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai StakeStone dibatasi (225,3M / 1B STO (23%)), sedangkan Towns terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan StakeStone selama 11 Hari dan Towns selama 28 Hari.
| STO | TOWNS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp153,28M | Rp132,52M |
Volume (24h) | Rp53,71M | Rp51,13M |
Suplai yang Beredar | 225,3M / 1B STO (23%) | 3,4B TOWNS |
Typical Hold Time | 11 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
StakeStone adalah protokol infrastruktur likuiditas terdesentralisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan imbal hasil dan distribusi likuiditas di berbagai jaringan blockchain. Melalui solusi seperti LiquidityPad dan aset ETH/BTC yang menghasilkan imbal hasil, StakeStone memberdayakan penyedia likuiditas dengan peluang penghasilan yang efisien sekaligus memenuhi kebutuhan likuiditas khusus dari berbagai ekosistem dan protokol.
Selengkapnya di halaman STO →Towns Protocol adalah infrastruktur komunikasi yang dirancang untuk mendukung aplikasi pesan real-time. Protokol ini terdiri dari blockchain Layer 2 yang kompatibel dengan EVM, node stream terdesentralisasi untuk pengiriman pesan, dan smart contract di Base, salah satu Layer 2 Ethereum. Towns memungkinkan terciptanya grup percakapan terprogram yang disebut Spaces, dengan dukungan enkripsi pesan, keanggotaan on-chain, staking, dan monetisasi lewat smart contract. Dengan ini, pengguna dapat membangun platform komunikasi tanpa perantara terpusat.
Selengkapnya di halaman TOWNS →