Perbedaan Lido Staked Ether dan Taiko: Lido Staked Ether diperdagangkan di Rp34.871.387 (kapitalisasi pasar Rp318,88T, volume 24 jam Rp114,9M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.400 (kapitalisasi pasar Rp283,4M, volume 24 jam Rp131,84M). Perbedaan utamanya: Lido Staked Ether jauh lebih besar — sekitar 1125,2× kapitalisasi pasar Taiko, dan suplai Taiko dibatasi (201,9M / 1B TAIKO (21%)), sedangkan Lido Staked Ether terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Lido Staked Ether selama 20 Hari dan Taiko selama 6 Hari.
| STETH | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp318,88T | Rp283,4M |
Volume (24h) | Rp114,9M | Rp131,84M |
Suplai yang Beredar | 9,2M STETH | 201,9M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
StETH adalah token derivatif yang mewakili ETH yang distake di Lido. Lido adalah protokol terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk stake ETH dan ikut serta dalam mekanisme konsensus Ethereum.
Selengkapnya di halaman STETH →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →