Perbedaan STBL dan Zircuit: STBL diperdagangkan di Rp404,9 (kapitalisasi pasar Rp283M, volume 24 jam Rp20,84M), sedangkan Zircuit diperdagangkan di Rp18,52 (kapitalisasi pasar Rp113,72M, volume 24 jam Rp48,13M). Perbedaan utamanya: STBL jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Zircuit, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Zircuit terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan Zircuit selama 15 Hari.
| STBL | ZRC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp283M | Rp113,72M |
Volume (24h) | Rp20,84M | Rp48,13M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 5,9B ZRC |
Typical Hold Time | 7 Hari | 15 Hari |
Berita terbaru kedua aset
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →Zircuit adalah blockchain bertenaga AI yang dirancang untuk transaksi keuangan yang aman dan otomatis. Sebagai zero-knowledge rollup yang sepenuhnya kompatibel dengan EVM, Zircuit menggabungkan AI canggih, bukti zero-knowledge, dan infrastruktur yang kuat untuk memberikan keamanan, performa, dan skalabilitas yang luar biasa. Setiap transaksi diamankan di tingkat sequencer oleh model AI, memastikan lingkungan yang sangat aman bagi pengguna maupun pengembang. Dirancang untuk aplikasi berskala internet, Zircuit mengurangi biaya gas dan meningkatkan kecepatan transaksi, memungkinkan potensi penuh Web3 sambil menjaga perlindungan menyeluruh.
Selengkapnya di halaman ZRC →