Perbedaan STBL dan Boundless: STBL diperdagangkan di Rp403,32 (kapitalisasi pasar Rp283,09M, volume 24 jam Rp20,6M), sedangkan Boundless diperdagangkan di Rp674,1 (kapitalisasi pasar Rp211,32M, volume 24 jam Rp65,45M). Perbedaan utamanya: STBL lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Boundless terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan Boundless selama 14 Hari.
| STBL | ZKC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp283,09M | Rp211,32M |
Volume (24h) | Rp20,6M | Rp65,45M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 313,8M ZKC |
Typical Hold Time | 7 Hari | 14 Hari |
Berita terbaru kedua aset
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →Boundless adalah protokol universal yang dirancang untuk menghadirkan teknologi zero-knowledge (ZK) ke setiap blockchain. Protokol ini memungkinkan node prover independen untuk menghasilkan ZK proof bagi blockchain Layer 1, aplikasi, rollup, dan infrastruktur di berbagai jaringan. Dengan memindahkan komputasi ke jaringan Boundless dan melakukan verifikasi proof di on-chain, Boundless memberikan lapisan konsisten untuk skalabilitas dan interoperabilitas tanpa perlu mengubah jaringan yang sudah ada.
Selengkapnya di halaman ZKC →