Perbedaan STBL dan Zebec Network: STBL diperdagangkan di Rp419,03 (kapitalisasi pasar Rp290,92M, volume 24 jam Rp42,02M), sedangkan Zebec Network diperdagangkan di Rp39,19 (kapitalisasi pasar Rp3,97T, volume 24 jam Rp183,92M). Perbedaan utamanya: Zebec Network jauh lebih besar — sekitar 13,6× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar STBL 700M / 10B STBL (8%) dibanding 100B / 100B ZBCN (100%) milik Zebec Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan Zebec Network selama 8 Hari.
| STBL | ZBCN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp290,92M | Rp3,97T |
Volume (24h) | Rp42,02M | Rp183,92M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 100B / 100B ZBCN (100%) |
Typical Hold Time | 7 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →Zebec Network adalah protokol terdesentralisasi yang memungkinkan aliran pembayaran dan transaksi keuangan secara berkelanjutan dan real-time. Teknologi ini memodernisasi penggajian, investasi, dan langganan secara otomatis. ZBCN adalah token tata kelola dan utilitas untuk keamanan jaringan, biaya, serta hak suara.
Selengkapnya di halaman ZBCN →