Perbedaan STBL dan xMoney: STBL diperdagangkan di Rp418,77 (kapitalisasi pasar Rp290,92M, volume 24 jam Rp42,02M), sedangkan xMoney diperdagangkan di Rp21,67 (kapitalisasi pasar Rp21,82M, volume 24 jam Rp34,55M). Perbedaan utamanya: STBL jauh lebih besar — sekitar 13,3× kapitalisasi pasar xMoney, dan suplai beredar STBL 700M / 10B STBL (8%) dibanding 1B / 10B XMN (11%) milik xMoney. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan xMoney selama 6 Hari.
| STBL | XMN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp290,92M | Rp21,82M |
Volume (24h) | Rp42,02M | Rp34,55M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 1B / 10B XMN (11%) |
Typical Hold Time | 7 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →XMN adalah token utilitas teregulasi yang patuh MiCA dan dirancang sebagai inti ekosistem pembayaran crypto-fiat terpadu untuk bisnis maupun konsumen. Token ini mendukung infrastruktur pembayaran berlisensi seperti penerbitan kartu, settlement stablecoin, serta layanan on/off-ramp. XMN juga digunakan untuk insentif merchant, reward pengguna, staking, dan governance komunitas.
Selengkapnya di halaman XMN →