Perbedaan STBL dan Tether Gold: STBL diperdagangkan di Rp419,49 (kapitalisasi pasar Rp290,92M, volume 24 jam Rp42,02M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp73.352.496 (kapitalisasi pasar Rp44,95T, volume 24 jam Rp2,51T). Perbedaan utamanya: Tether Gold jauh lebih besar — sekitar 154,5× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Tether Gold terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan Tether Gold selama 37 Hari.
| STBL | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp290,92M | Rp44,95T |
Volume (24h) | Rp42,02M | Rp2,51T |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 7 Hari | 37 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →