Perbedaan STBL dan WINkLink: STBL diperdagangkan di Rp406,34 (kapitalisasi pasar Rp286,39M, volume 24 jam Rp21,89M), sedangkan WINkLink diperdagangkan di Rp0,5608 (kapitalisasi pasar Rp557,3M, volume 24 jam Rp48,31M). Perbedaan utamanya: WINkLink lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar STBL 700M / 10B STBL (8%) dibanding 993,7B / 993,7B WIN (100%) milik WINkLink. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan WINkLink selama 60 Hari.
| STBL | WIN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp286,39M | Rp557,3M |
Volume (24h) | Rp21,89M | Rp48,31M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 993,7B / 993,7B WIN (100%) |
Typical Hold Time | 7 Hari | 60 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →WINkLink adalah proyek oracle terdesentralisasi yang berjalan pada jaringan TRON. WINkLink memastikan keamanan seluruh prosedur eksekusi kontrak pintar, termasuk memperoleh data dari sumber off-chain.
Selengkapnya di halaman WIN →