Perbedaan STBL dan HumidiFi: STBL diperdagangkan di Rp417,05 (kapitalisasi pasar Rp290,92M, volume 24 jam Rp42,02M), sedangkan HumidiFi diperdagangkan di Rp1.206 (kapitalisasi pasar Rp278,89M, volume 24 jam Rp80,85M). Perbedaan utamanya: STBL dan HumidiFi berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar STBL 700M / 10B STBL (8%) dibanding 230M / 1B WET (23%) milik HumidiFi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan HumidiFi selama 6 Hari.
| STBL | WET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp290,92M | Rp278,89M |
Volume (24h) | Rp42,02M | Rp80,85M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 230M / 1B WET (23%) |
Typical Hold Time | 7 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →HumidiFi adalah DEX terbesar di Solana berdasarkan volume, memproses lebih dari $1 miliar per hari dan mencatat sekitar 35% aktivitas spot di jaringan. Sebagai “prop AMM”, platform ini menggabungkan eksekusi on-chain dengan logika market-making institusional untuk menghadirkan spread lebih ketat, likuiditas lebih dalam, dan eksekusi lebih optimal dibandingkan DEX atau CEX pada umumnya.
Selengkapnya di halaman WET →