Perbedaan STBL dan Tria: STBL diperdagangkan di Rp416,06 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M), sedangkan Tria diperdagangkan di Rp147,36 (kapitalisasi pasar Rp318,32M, volume 24 jam Rp194,81M). Perbedaan utamanya: STBL dan Tria berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar STBL 700M / 10B STBL (8%) dibanding 2,2B / 10B TRIA (22%) milik Tria. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan Tria selama 3 Hari.
| STBL | TRIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp289,22M | Rp318,32M |
Volume (24h) | Rp41,9M | Rp194,81M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 2,2B / 10B TRIA (22%) |
Typical Hold Time | 7 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →Tria adalah neobank crypto berbasis self-custody dengan mesin routing lintas chain yang memungkinkan aktivitas belanja, trading, dan earning dalam satu aplikasi. Platform ini mengatasi fragmentasi blockchain melalui teknologi BestPath yang mendukung transaksi tanpa gas dan tanpa bridging langsung dari wallet pengguna. Token TRIA digunakan untuk reward, akses layanan, dan partisipasi governance.
Selengkapnya di halaman TRIA →