Perbedaan STBL dan Towns: STBL diperdagangkan di Rp416,5 (kapitalisasi pasar Rp290,92M, volume 24 jam Rp42,02M), sedangkan Towns diperdagangkan di Rp40,28 (kapitalisasi pasar Rp131,54M, volume 24 jam Rp679,28M). Perbedaan utamanya: STBL jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Towns, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Towns terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan Towns selama 27 Hari.
| STBL | TOWNS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp290,92M | Rp131,54M |
Volume (24h) | Rp42,02M | Rp679,28M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 3,3B TOWNS |
Typical Hold Time | 7 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →Towns Protocol adalah infrastruktur komunikasi yang dirancang untuk mendukung aplikasi pesan real-time. Protokol ini terdiri dari blockchain Layer 2 yang kompatibel dengan EVM, node stream terdesentralisasi untuk pengiriman pesan, dan smart contract di Base, salah satu Layer 2 Ethereum. Towns memungkinkan terciptanya grup percakapan terprogram yang disebut Spaces, dengan dukungan enkripsi pesan, keanggotaan on-chain, staking, dan monetisasi lewat smart contract. Dengan ini, pengguna dapat membangun platform komunikasi tanpa perantara terpusat.
Selengkapnya di halaman TOWNS →