Perbedaan STBL dan Tensor: STBL diperdagangkan di Rp403,71 (kapitalisasi pasar Rp283,55M, volume 24 jam Rp20,6M), sedangkan Tensor diperdagangkan di Rp568,98 (kapitalisasi pasar Rp299,89M, volume 24 jam Rp77,86M). Perbedaan utamanya: STBL dan Tensor berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Tensor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan Tensor selama 35 Hari.
| STBL | TNSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp283,55M | Rp299,89M |
Volume (24h) | Rp20,6M | Rp77,86M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 526,9M TNSR |
Typical Hold Time | 7 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →Tensor adalah pasar NFT terbesar di Solana: 60-70% dari volume NFT Solana mengalir melalui protokol pasar Tensor setiap hari. Tensor diluncurkan pada bulan Juli 2022 dan mendapatkan momentum karena menawarkan pengalaman perdagangan NFT yang cepat dan profesional di Solana. Dalam waktu kurang dari setahun, Tensor dengan cepat naik ke posisi #1 sebagai pasar NFT teratas. Sejak itu, sebagian besar kolektor dan pedagang NFT Solana menggunakan Tensor sebagai pasar NFT harian mereka karena menyediakan cakupan terluas dari proyek NFT terbaru di Solana.
Selengkapnya di halaman TNSR →