Perbedaan STBL dan Taiko: STBL diperdagangkan di Rp415,42 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.409 (kapitalisasi pasar Rp283,4M, volume 24 jam Rp131,84M). Perbedaan utamanya: STBL dan Taiko berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar STBL 700M / 10B STBL (8%) dibanding 201,9M / 1B TAIKO (21%) milik Taiko. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan Taiko selama 6 Hari.
| STBL | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp289,22M | Rp283,4M |
Volume (24h) | Rp41,9M | Rp131,84M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 201,9M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 7 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →