Perbedaan STBL dan SUPRA: STBL diperdagangkan di Rp406,92 (kapitalisasi pasar Rp284,55M, volume 24 jam Rp19,8M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,09 (kapitalisasi pasar Rp100,74M, volume 24 jam Rp5,15M). Perbedaan utamanya: STBL jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai beredar STBL 700M / 10B STBL (8%) dibanding 32,7B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| STBL | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp284,55M | Rp100,74M |
Volume (24h) | Rp19,8M | Rp5,15M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 7 Hari | 17 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
STBL diperdagangkan pada Rp403,519 dengan sinyal teknis bullish didukung moving averages. Pivot point kunci di Rp446, support kuat di Rp433 dan resistance di Rp455. Market cap Rp282,11 juta dengan supply terbatas 10 juta token namun hanya 8% yang beredar. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan.
Outlook jangka pendek positif dengan momentum teknis kuat, namun RSI 6-period menunjukkan kondisi overbought. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi karena likuiditas terbatas dan waktu hold rata-rata hanya 7 hari. Investor perlu waspada terhadap fluktuasi harga cepat di zona resistance.
SUPRA menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga saat ini Rp3,1485 dan kapitalisasi pasar Rp102,82 juta. Token ini memiliki supply terbatas 100 juta dengan sirkulasi 33% dan rata-rata hold time 17 hari. Indikator teknis mayoritas bearish dengan moving averages menunjukkan 13 sinyal jual, sementara RSI dalam zona netral menunjukkan potensi oversold jangka pendek.
Outlook keseluruhan bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada rebound teknis dari level support Rp3, namun risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dan likuiditas rendah. Investor harus waspada terhadap volatilitas ekstrem yang khas pada aset kripto dengan kapitalisasi kecil.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →