Perbedaan STBL dan Xertra: STBL diperdagangkan di Rp414,47 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M), sedangkan Xertra diperdagangkan di Rp170,99 (kapitalisasi pasar Rp371,81M, volume 24 jam Rp16,33M). Perbedaan utamanya: Xertra lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Xertra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan STBL selama 7 Hari dan Xertra selama 38 Hari.
| STBL | STRAX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp289,22M | Rp371,81M |
Volume (24h) | Rp41,9M | Rp16,33M |
Suplai yang Beredar | 700M / 10B STBL (8%) | 2,2B STRAX |
Typical Hold Time | 7 Hari | 38 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →Stratis adalah platform blockchain-as-a-service yang menawarkan beberapa produk dan layanan kepada perusahaan, termasuk meluncurkan sidechain privat, menjalankan node penuh, mengembangkan dan menyebarkan kontrak pintar, platform peluncuran koin perdana, dan aplikasi proof-of-identity. Perusahaan ini juga menyediakan dompet mata uang kripto dan layanan konsultasi blockchain.
Selengkapnya di halaman STRAX →