Perbedaan ssv.network dan Tezos: ssv.network diperdagangkan di Rp36.642 (kapitalisasi pasar Rp583,55M, volume 24 jam Rp110,07M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp4.091 (kapitalisasi pasar Rp4,49T, volume 24 jam Rp134,71M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 7,7× kapitalisasi pasar ssv.network, dan suplai beredar ssv.network 16M SSV dibanding 1,1B XTZ milik Tezos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ssv.network selama 30 Hari dan Tezos selama 97 Hari.
| SSV | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp583,55M | Rp4,49T |
Volume (24h) | Rp110,07M | Rp134,71M |
Suplai yang Beredar | 16M SSV | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 30 Hari | 97 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ssv.network merupakan implementasi publik pertama dari SSV primitive, yang berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Ethereum Foundation pada tahun 2019 dan sejak itu telah berkembang menjadi jaringan yang dikelola oleh DAO, didorong oleh komunitas staker, builder, dan node operator. Tujuannya berfungsi sebagai proyek teknologi validator terdistribusi (DVT) untuk validator Ethereum yang dikembangkan oleh Blox dengan pendanaan hibah yang didistribusikan ke tim dukungan dari SSV DAO Treasury.
Selengkapnya di halaman SSV →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →