Perbedaan SubQuery Network dan Onyxcoin: SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M), sedangkan Onyxcoin diperdagangkan di Rp53,47 (kapitalisasi pasar Rp2,09T, volume 24 jam Rp50,95M). Perbedaan utamanya: Onyxcoin jauh lebih besar — sekitar 63,7× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai Onyxcoin dibatasi (39,1B / 68,9B XCN (57%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SubQuery Network selama 3 Hari dan Onyxcoin selama 10 Hari.
| SQT | XCN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp32,83M | Rp2,09T |
Volume (24h) | Rp6,53M | Rp50,95M |
Suplai yang Beredar | 3,3B SQT | 39,1B / 68,9B XCN (57%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 10 Hari |
SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →Onyxcoin adalah mata uang crypto multifungsi yang mendukung layanan keuangan terdesentralisasi di ekosistem Onyx Protocol. XCN menggabungkan hak tata kelola dengan utilitas transaksi, memungkinkan pengguna melakukan voting dan membayar biaya jaringan. Token ini memiliki mekanisme deflasi untuk mendukung nilai protokol jangka panjang.
Selengkapnya di halaman XCN →