Perbedaan SubQuery Network dan Anoma: SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M), sedangkan Anoma diperdagangkan di Rp198,88 (kapitalisasi pasar Rp503,3M, volume 24 jam Rp53,93M). Perbedaan utamanya: Anoma jauh lebih besar — sekitar 15,3× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai Anoma dibatasi (2,5B / 10B XAN (25%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SubQuery Network selama 3 Hari dan Anoma selama 4 Hari.
| SQT | XAN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp32,83M | Rp503,3M |
Volume (24h) | Rp6,53M | Rp53,93M |
Suplai yang Beredar | 3,3B SQT | 2,5B / 10B XAN (25%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →Anoma adalah sistem operasi terdesentralisasi yang memungkinkan pengembang membangun satu aplikasi yang dapat berjalan di berbagai blockchain. Arsitektur intent-centric-nya menyederhanakan kompleksitas infrastruktur, meningkatkan efisiensi pengembangan dan pengalaman pengguna. Anoma mendukung lapisan aplikasi terpadu yang membawa fungsi Web3 lebih dekat dengan kualitas pengalaman Web2.
Selengkapnya di halaman XAN →