Perbedaan SubQuery Network dan HumidiFi: SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M), sedangkan HumidiFi diperdagangkan di Rp1.234 (kapitalisasi pasar Rp211,33M, volume 24 jam Rp53,72M). Perbedaan utamanya: HumidiFi jauh lebih besar — sekitar 6,4× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai HumidiFi dibatasi (170,7M / 1B WET (18%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SubQuery Network selama 3 Hari dan HumidiFi selama 7 Hari.
| SQT | WET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp32,83M | Rp211,33M |
Volume (24h) | Rp6,53M | Rp53,72M |
Suplai yang Beredar | 3,3B SQT | 170,7M / 1B WET (18%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →HumidiFi adalah DEX terbesar di Solana berdasarkan volume, memproses lebih dari $1 miliar per hari dan mencatat sekitar 35% aktivitas spot di jaringan. Sebagai “prop AMM”, platform ini menggabungkan eksekusi on-chain dengan logika market-making institusional untuk menghadirkan spread lebih ketat, likuiditas lebih dalam, dan eksekusi lebih optimal dibandingkan DEX atau CEX pada umumnya.
Selengkapnya di halaman WET →