Perbedaan SubQuery Network dan Ondo US Dollar Yield: SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M), sedangkan Ondo US Dollar Yield diperdagangkan di Rp20.407 (kapitalisasi pasar Rp38,3T, volume 24 jam Rp5,06M). Perbedaan utamanya: Ondo US Dollar Yield jauh lebih besar — sekitar 1166,6× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai beredar SubQuery Network 3,3B SQT dibanding 1,9B USDY milik Ondo US Dollar Yield. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SubQuery Network selama 3 Hari dan Ondo US Dollar Yield selama 20 Hari.
| SQT | USDY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp32,83M | Rp38,3T |
Volume (24h) | Rp6,53M | Rp5,06M |
Suplai yang Beredar | 3,3B SQT | 1,9B USDY |
Typical Hold Time | 3 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →Ondo USDY adalah protokol pinjaman terdesentralisasi yang mendukung aset dengan batasan transfer. Desainnya yang fleksibel memungkinkan akses ke lebih banyak instrumen keuangan. USDY menjadi jembatan untuk menghadirkan aset dunia nyata ke blockchain.
Selengkapnya di halaman USDY →