Perbedaan SubQuery Network dan Towns: SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M), sedangkan Towns diperdagangkan di Rp38,94 (kapitalisasi pasar Rp131,93M, volume 24 jam Rp50,07M). Perbedaan utamanya: Towns jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai beredar SubQuery Network 3,3B SQT dibanding 3,4B TOWNS milik Towns. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SubQuery Network selama 3 Hari dan Towns selama 28 Hari.
| SQT | TOWNS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp32,83M | Rp131,93M |
Volume (24h) | Rp6,53M | Rp50,07M |
Suplai yang Beredar | 3,3B SQT | 3,4B TOWNS |
Typical Hold Time | 3 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →Towns Protocol adalah infrastruktur komunikasi yang dirancang untuk mendukung aplikasi pesan real-time. Protokol ini terdiri dari blockchain Layer 2 yang kompatibel dengan EVM, node stream terdesentralisasi untuk pengiriman pesan, dan smart contract di Base, salah satu Layer 2 Ethereum. Towns memungkinkan terciptanya grup percakapan terprogram yang disebut Spaces, dengan dukungan enkripsi pesan, keanggotaan on-chain, staking, dan monetisasi lewat smart contract. Dengan ini, pengguna dapat membangun platform komunikasi tanpa perantara terpusat.
Selengkapnya di halaman TOWNS →