Perbedaan SubQuery Network dan Telos: SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M), sedangkan Telos diperdagangkan di Rp532,34 (kapitalisasi pasar Rp240,75M, volume 24 jam Rp19,13M). Perbedaan utamanya: Telos jauh lebih besar — sekitar 7,3× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai beredar SubQuery Network 3,3B SQT dibanding 451M TLOS milik Telos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SubQuery Network selama 3 Hari dan Telos selama 7 Hari.
| SQT | TLOS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp32,83M | Rp240,75M |
Volume (24h) | Rp6,53M | Rp19,13M |
Suplai yang Beredar | 3,3B SQT | 451M TLOS |
Typical Hold Time | 3 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →Telos adalah blockchain Layer-1 berperforma tinggi yang mengutamakan skalabilitas, keamanan, dan kegunaan di dunia nyata. Dengan infrastruktur yang kompatibel dengan EVM, pengembang dapat menjalankan DApp berbasis Ethereum secara lebih cepat dan murah. TLOS adalah token utilitas asli untuk biaya gas, staking, dan tata kelola.
Selengkapnya di halaman TLOS →