Perbedaan SubQuery Network dan Taiko: SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.237 (kapitalisasi pasar Rp251,4M, volume 24 jam Rp35,72M). Perbedaan utamanya: Taiko jauh lebih besar — sekitar 7,7× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai Taiko dibatasi (202,9M / 1B TAIKO (21%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SubQuery Network selama 3 Hari dan Taiko selama 8 Hari.
| SQT | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp32,83M | Rp251,4M |
Volume (24h) | Rp6,53M | Rp35,72M |
Suplai yang Beredar | 3,3B SQT | 202,9M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →